Kantor PKBM MAWAR

Pkbm Mawar : Kavling Seroja Blok E No.205 - 207 Sungai Pelunggut Sagulung Batam - Kepulauan Riau - Indonesia Email: info@pkbmmawar.com Phone: 0778 917 9459 , 0856 671 9459, 0778 7495 295 , 0821 3377 1134 Mobile: 0821 7272 1144, 0821 7239 5454 , 085 6666 5454

Proses Pembelajaran paket B

Pkbm Mawar : Kavling Seroja Blok E No.205 - 207 Sungai Pelunggut Sagulung Batam - Kepulauan Riau - Indonesia Email: info@pkbmmawar.com Phone: 0778 917 9459 , 0856 671 9459, 0778 7495 295 , 0821 3377 1134 Mobile: 0821 7272 1144, 0821 7239 5454 , 085 6666 5454

PKBM MAWAR

Pkbm Mawar : Kavling Seroja Blok E No.205 - 207 Sungai Pelunggut Sagulung Batam - Kepulauan Riau - Indonesia Email: info@pkbmmawar.com Phone: 0778 917 9459 , 0856 671 9459, 0778 7495 295 , 0821 3377 1134 Mobile: 0821 7272 1144, 0821 7239 5454 , 085 6666 5454

Proses Pembelajaran Paket B

Pkbm Mawar : Kavling Seroja Blok E No.205 - 207 Sungai Pelunggut Sagulung Batam - Kepulauan Riau - Indonesia Email: info@pkbmmawar.com Phone: 0778 917 9459 , 0856 671 9459, 0778 7495 295 , 0821 3377 1134 Mobile: 0821 7272 1144, 0821 7239 5454 , 085 6666 5454

Proses Pembelajaran paket c

Pkbm Mawar : Kavling Seroja Blok E No.205 - 207 Sungai Pelunggut Sagulung Batam - Kepulauan Riau - Indonesia Email: info@pkbmmawar.com Phone: 0778 917 9459 , 0856 671 9459, 0778 7495 295 , 0821 3377 1134 Mobile: 0821 7272 1144, 0821 7239 5454 , 085 6666 5454

Selasa, 24 Mei 2016

CONTACT

Address: Pkbm Mawar : Kavling Seroja Blok E No.205 - 207 Sungai Pelunggut Sagulung Batam - Kepulauan Riau - Indonesia 

Email: info@pkbmmawar.com
 
Phone: 0778 917 9459 , 0856 671 9459, 0778 7495 295 , 0821 3377 1134 
 
Mobile: 0821 7272 1144, 0821 7239 5454 , 085 6666 5454
                                                               Contact-image

GALLERY







PENDIDIKAN KESASTRAN

Peserta Didik program Paket A setara SD dikategorikan dalam dua kelompok usia, yaitu usia sekoah dan usia dewasa. Usia sekolah contohnya anak jalanan, anak nelayan dan pekerja anak. Sedangkan usia dewasa adalah mereka yang sudah bekerja atau terjun ke masyarakat tetapi belum memperoleh pendidikan dasar.
Peserta didik program Paket A setara SD adalah warga masyarakat yang memeliki karakteristik sebagai berikut:
  • Usia sekolah yang belum menempuh pendidikan SD dengan prioritas usia 7 – 12 tahun,
  • Putus sekolah dasar,
  • tidak dapat bersekolah karena tidak ada sekolah atau letak sekolah yang tidak terjangkau, serta karena waktu yang tidak sesuai, atau karena penyebab lain.

Fungsi Paket A

  • Mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap dan nilai yang setara dengan SD.
  • Agar berpartisipasi dalam belajar yang karena berbagai hal ia tidak dapat bersekolah dengan usia antara 7 – 12 tahun.
  • Memberikan akses terhadap pendidikan setara SD bagi orang dewasa sesuai dengan potensi dan kebutuhannya.

Tujuan Paket A


  • memberikan dasar pembentukan warga negara yang beriman dan bertaqwa, berkarakter dan bermartabat,
  • memberikan dasar-dasar kemampuan membaca, menulis dan berhitung,
  • memberikan pengalaman belajar yang mandiri dan produktif.
  • memberikan dasar-dasar kecakapan hidup,
  • memberikan bekal pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang bermanfaat untu kmengikuti pendidikan lanjutan di SMP/MTs atau Paket B.
    Paket B merupakan pendidikan non formal setingkat SMP yang ditujukan bagi peserta didik yang berasal dari masyarakat yang kurang beruntung, tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut, serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidupnya. Juga untuk warga masyarakat lain yang memerlukan layanan khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai dampak dari perubahan peningkatan taraf hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Dengan demikian Paket B merupakan bagian dari jenis pendidikan kesetaraan setingkat SMP di bawahnya ada pendidikan kesetaraan Paket A setara SD dan tingkat berikutnya yaitu Paket C setara SMA.

    Fungsi Paket B

  • guna mengembangkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai yang setara dengan SMP;
  • meningkatkan partisipasi kepada para peserta didik yang karena berbagai hal tidak dapat bersekolah, sehingga dapat meningkatkan partisipasinya terutama bagi kelompok usia 13-15 tahun;
  • memberikan akses terhadap pendidikan setara SMP bagi orang dewasa sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. Program ini bertujuan:

Tujuan Paket B


  • mengembangkan dasar-dasar pembentukan warganegara yang beriman, dan bertaqwa berkarakter dan bermartabat,
  • meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung, sebagai alat untuk memahami mata pelajaran nantinya,
  • meningkatkan pengalaman belajar yang mandiri, kreatif dan produktif,
  • memberikan kecakapan hidup untuk bekerja dan berusaha mandiri,
  • memberikan bekal pengetahuan, kemampuan dan sikap dasar yang memungkinkan peserta didik itu mengikuti pendidikan lanjutan di SMA/SMK/MA atau Paket C。                                                

    Tujuan Paket C 

  • Latar Belakang

    Tinginya angka putus sekolah pada jalur pendidikan formal setingkat SMA di DKI masih cukup besar. Begitu juga angka tidak sekolah. Dari data Bapedal Jakarta, angka putus sekolah di tingkat SMA mencapai 2.180 orang di 2009 dan 1.966 orang di 2010 dari total 92.445 orang siswa. Untuk SMK angka putus sekolah mencapai 728 orang di 2009 dan 955 orang di 2010 dari total 35.990 orang siswa. Ditambah lagi dengan angka tidak melanjutkan sekolah dari tingkat SMP.

    Apa itu Program Paket C

    Merupakan program pendidikan menengah pada jalur pendidikan nonformal yang dapat diikuti oleh peserta didik yang ingin menyelesaikan pendidikan setara SMA/MA. Lulusan Program Paket C berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMA/MA serta memiliki keterampilan untuk bekerja dan atau mematuhi dunia usaha/industri.

    Lulusan Paket C


    Warga belajar Paket C yang lulus ujian nasional, kepadanya dapat memiliki hak untuk bisa meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Ijazah paket C memiliki nilai kesetaraan dengan ijazah SMA. Bahkan jika ingin meneruskan ke jenjang perguruan tinggi, warga belajar dapat fasiliats istimewa dari diknas. Kepadanya akan dipersiapkan dan dididik terlebih dahulu selama 3 bulan.
     

ABOUT US

PKBM Mawar PKBM Mawar berdiri sejak tahun 2007 di Batam, dipimpin oleh Bapak Miftakhudin, M.Pd. dengan latar belakang banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan pendidikan secara formal sehingga tidak memiliki bekal apa-apa untuk bergerak lebih. Karena itu PKBM Mawar mendirikan pendidikan non-formal yang telah disahkan atau dilegalkan secara hukum dan Undang - Undang, sehingga alumni dari PKBM Mawar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program dan Kegiatan di PKBM Mawar Program-program yang diselenggarakan di PKBM Mawar adalah program Pendidikan Kesetaraan, yang sesuai dengan kondisi, potensi dan kebutuhan masyarakat yang relevan di Batam, Kepulauan Riau. Program-program tersebut antara lain : Pendidikan Kesetaraan Paket A, Setara SD Pendidikan Kesetaraan Paket B, Setara SMP Pendidikan Kesetaraan Paket C, Setara SMA (IPA / IPS)   Tujuan PKBM Mawar Fungsinya untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan akademik dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Kami dapat membantu Anda yang tidak mendapat pendidikan formal untuk mendapatkan ijazah dan pendidikan yang setara dengan sekolah-sekolah formal. Ijazah yang di dapat bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau digunakan untuk keperluan lain.

PKBM MAWAR - PAKET C DI BATAM

Sekitar 8,3 juta jiwa atau 4,79 persen dari jumlah penduduk Indonesia berusia 15-45 tahun pada tahun 2010 masih buta aksara. Sebagian besar penduduk yang masih buta huruf, sekitar 70 persen, berusia di atas 40 tahun. Direktur Pembinaan Kursus dan Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan Nasional Wartanto, Kamis (8/9), mengatakan hal itu terkait peringatan Hari Aksara Internasional ke-46 pada 8 September 2011. ”Mengatasi buta aksara tidaklah mudah karena lokasi mereka umumnya tersebar,” kata Wartanto. Untuk menuntaskan buta aksara, Kepala Subdirektorat Pembelajaran dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Ditjen PAUDNI Kemdiknas Elih Sudiapermana mengatakan, tahun ini pemerintah memberikan bantuan operasional program keaksaraan dasar sebesar Rp 360.000 per orang bagi 550.000 orang. Bantuan itu digunakan untuk pembelian materi ajar dan sarana prasarana pembelajaran lainnya. ”Proses pembelajarannya dilakukan selama 114 jam dalam enam bulan dengan jumlah pertemuan dua kali seminggu,” kata Elih. Program penuntasan buta aksara diprioritaskan bagi daerah dengan tingkat buta aksara tinggi, yakni di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.Wartanto mengatakan, mereka yang sudah bebas buta aksara akan dapat kembali menjadi buta aksara karena kurangnya pembinaan dan tindak lanjut. ”Kondisi lingkungan kurang mendukung orang yang bebas buta aksara untuk menyalurkan kemampuannya. Misalnya, bahasa Indonesia kurang digunakan karena masih memakai bahasa ibu. Akhirnya jadi buta aksara kembali,” kata Wartanto. Selain faktor bahasa, kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan baca tulis tidak terpenuhi karena kurangnya buku atau buletin di taman bacaan masyarakat (TBM). Wartanto mengakui minimnya anggaran untuk membangun TBM. Setiap tahun pemerintah hanya bisa membangun 500 TBM di beberapa daerah. (http://edukasi.kompas.com/) Sekilas Tentang PKBM Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi dan budaya. Tujuan PKBM, memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. Dalam upaya menyamakan persepsi dan menyelaraskan penyelenggaraan PKBM, dengan ide dasar PKBM sebagai pusat kegiatan pendidikan luar sekolah, PKBM yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kepentingan dan kemampuan masyarakat, maka perlu dikembangkan alat ukur kelayakan penyelenggaraan PKBM. Legalitas PKBM Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional mengakui bahwa PKBM adalah Satuan Pendidikan Non Formal. Hal ini sama seperti diakuinya Sekolah adalah Satuan Pendidikan Formal. Landasan Hukum UUD 1945 dan perubahannya. TAP MPR No. IV/MPR1999 tentang GBHN. UU no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU no. 22 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Provinsi sebagai Daerah Otonomi. PP Nomor 73 tahun 1991 tentang Pendidikan Luar Sekolah. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0131/1991 tentang Paket A dan Paket B.